JEMBER — Program Sumur Bor di Pondok Pesantren Hidayatus Shibyan, Desa Trisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, resmi diresmikan sebagai upaya memperkuat akses air bersih bagi santri dan lingkungan pesantren. Program ini diharapkan mampu menunjang aktivitas pendidikan, ibadah, serta kebutuhan sanitasi sehari-hari.

Peresmian tersebut disambut antusias oleh pengasuh pesantren, para santri, serta masyarakat sekitar. Kehadiran sumur bor dinilai sangat penting mengingat kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren terus meningkat seiring bertambahnya jumlah santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Shibyan KH. Samsudin menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terealisasinya program tersebut. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan santri.

“Alhamdulillah, program sumur bor ini sangat bermanfaat bagi pesantren kami. Air bersih menjadi kebutuhan utama, baik untuk keperluan ibadah, belajar, maupun aktivitas harian santri. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jember Dr. Santoso, S.Ag, M.Pd kepala kemenag turut mengapresiasi pelaksanaan program sumur bor di lingkungan pesantren. Ia menilai program tersebut sejalan dengan komitmen Kemenag dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan keagamaan.

“Pesantren adalah pusat pendidikan karakter dan keagamaan. Ketersediaan air bersih merupakan bagian penting dari ikhtiar menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, layak, dan bermartabat. Kami mengapresiasi program sumur bor ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pesantren,” tegas Kepala Kemenag.

Ia juga berharap agar fasilitas sumur bor tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk kepentingan internal pesantren tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Program Sumur Bor ini tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan internal pesantren, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama saat musim kemarau yang kerap menyebabkan keterbatasan air bersih.

Salah satu perwakilan Laznas Nurul Hayat Cabang Jember Noval Andika, S.E selaku staff program menegaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lembaga pendidikan keagamaan dan masyarakat desa.

“Kami berharap sumur bor ini bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan dan dijaga bersama. Semoga keberadaannya membawa manfaat luas dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Dengan diresmikannya program tersebut, Pondok Pesantren Hidayatus Shibyan kini memiliki sumber air bersih yang lebih memadai. Ke depan, pengelola pesantren berkomitmen untuk merawat dan memanfaatkan fasilitas ini secara optimal demi keberlangsungan kegiatan pendidikan dan sosial.

By RIcky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *