Kamal, 21 Maret 2025– Sebuah truk bermuatan barang terguling di Dusun Gumitir, Desa Kamal, akibat jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Kejadian ini terjadi saat sopir truk berusaha menghindari jalan berlubang dan bergelombang, namun malah kehilangan keseimbangan dan terguling di pinggir jalan.

Menurut Mohammad Hafidi warga setempat, kondisi jalan di Dusun Gumitir sudah lama mengalami kerusakan parah, namun hingga kini belum ada perhatian dari pihak berwenang. “Setiap hari jalan ini dilewati karena jalan ini merupakan jalan satu satunya di dusun Gumitir (gunung toba) , tapi pemerintah desa seolah tutup mata. Sudah banyak dan sering kecelakaan terjadi, tapi tetap dibiarkan begitu saja,” keluh seorang warga.

Melihat kondisi yang semakin membahayakan, masyarakat akhirnya berinisiatif melakukan urunan untuk memperbaiki jalan secara swadaya. Mereka mengumpulkan dana untuk membeli material seperti batu dan pasir guna menutup lubang-lubang di sepanjang jalan yang rusak. “Ini bukan solusi jangka panjang, tapi setidaknya bisa mengurangi risiko kecelakaan.

Kritik keras juga disampaikan kembali oleh mohammad hafidi yang menganggap pemerintah desa hanya memakan “Gaji Buta” kurang tanggap terhadap permasalahan infrastruktur desa. “Warga dusun Gumitir sudah lama mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, namun perbaikan tak kunjung dilakukan. Jika masyarakat harus urunan untuk memperbaiki jalan sendiri, lalu apa fungsi pemerintah desa?”. Ujarnya dengan penuh wajah kekecewaan dengan memuka kemerahan

Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa, namun kejadian ini menjadi bukti bahwa infrastruktur jalan yang buruk dapat membahayakan banyak nyawa. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata sebelum ada korban lebih banyak akibat kelalaian dalam perbaikan jalan.

Alibi yang sering terdengar di telinga warga setempat pemerintah desa selalu mengatakan mengajukan permohonan ke pemerintah kabupaten. Jika memang serius memperjuangkan infrastruktur, mereka bisa lebih aktif menekan pihak terkait atau mencari solusi lain, misalnya dengan memanfaatkan dana desa untuk perbaikan darurat. Selain itu, transparansi terhadap warga juga penting—agar masyarakat tahu sejauh mana usaha yang sudah dilakukan, bukan hanya diberi janji tanpa kepastian

Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dibangun dari tindakan nyata, bukan sekadar alasan. Jika pemdes terus berdiam diri dan hanya menunggu bantuan dari atas tanpa ada langkah konkret, maka kritik bahwa mereka “makan gaji buta” akan semakin sulit dibantah.

By RIcky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *