Oleh : Yunus Anatama Pengurus Komisariat PMII ITS Mandala atau warga Kabupaten Probolinggo

Masyarakat Kabupaten Probolinggo per hari ini mulai menagih realisasi janji kampanye pemerintah daerah terkait percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan. Keluhan banyak warga terhadap kondisi jalan yang rusak, ini yang menjadi perhatian di sejumlah wilayah. Beberapa warga menilai perbaikan infrastruktur belum merata, terutama di daerah pelosok desa yang hingga kini masih mengalami kesulitan akses transportasi. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas pelajar.

Sorotan publik semakin menguat setelah sebelumnya Wakil Bupati Probolinggo dalam pidatonya ketika pemilu tahun 2024 menyampaikan komitmen pemerintah untuk melakukan pembangunan jalan hingga ke pelosok desa. Dalam pidato tersebut, ia menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur menjadi salah satu program pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami hadir dan berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih anti korupsi, jalan mulus sampai pelosok desa, 10.000 beasiswa hingga sarjana, 20 miliar untuk pesantren kecil, madrasah diniah, lembaga keagamaan serta guru-guru ngaji, Probolinggo sehat, bebas panting, cukup dengan KTP bisa berobat di mana saja,” Ujar Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo Fahmi AHZ.

Namun demikian, sebagian masyarakat berharap komitmen tersebut segera diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata di lapangan. Warga meminta pemerintah daerah tidak hanya menyampaikan janji politik, tetapi juga memastikan program perbaikan jalan benar-benar berjalan secara merata dan transparan.

Tidak hanya itu saja bahkan salah satu warga menyampaikan kritikannya lewat akun Tiktok yang bernama Si Jhonnn atas keresahannya ketika infrastruktur jalan tidak kunjung di perbaiki seperti di pelosok desa, bahkan menyinggung persoalan efisiensi anggaran tapi pakaian dinas Bupati dan Wakil Bupati senilai 235 juta.

Tidak hanya kritikan yang disampaikan Si Jhonnn juga memberikan solusi demi keberlanjutan kabupaten probolinggo “ayok pangkas juga anggaran seperti baju Dinas, Ceremonial dan insentif lainnya dan itu lumayan ketika di alokasikan untuk pembangunan jalan,” Tegasnya

Menurut data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) jalan rusak sedang 133,8 Km, jalan rusak ringan 11,7 Km bahkan jalan rusak berat mencapai angka 210,6 km, ini menjadi PR yang sangat serius bagi dinas PUPR terkait pembangunan Infrastruktur jalan, Publik berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi wacana tahunan, melainkan benar-benar menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

By RIcky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *