LUMAJANG – Anggota MPR RI, Rivqy Abdul Halim, kembali menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga harus menjadi kompas etis dalam arah pembangunan ekonomi nasional. Penegasan tersebut ia sampaikan saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Senin (15/12/2025).

Dalam forum tersebut, yang akrab disapa Gus Rivqy ini menyoroti kecenderungan pembangunan ekonomi yang kerap berfokus pada angka pertumbuhan semata. 

Menurutnya, jika pembangunan tidak dibarengi dengan pemerataan dan keadilan sosial, maka kesenjangan sosial akan semakin melebar.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaan. Pertumbuhan harus sejalan dengan keadilan sosial agar benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi semua,” tegasnya di hadapan peserta sosialisasi.

Gus Rivqy juga menekankan pentingnya keberpihakan negara terhadap sektor ekonomi rakyat, seperti UMKM, koperasi, dan ekonomi berbasis komunitas. Ia menilai sektor-sektor tersebut merupakan manifestasi nyata dari nilai sila kelima Pancasila yang mengedepankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai Ketua Umum DKP Panji Bangsa, ia menambahkan bahwa nilai gotong royong dan kemandirian ekonomi yang telah mengakar di tengah masyarakat harus terus diperkuat melalui kebijakan yang adil dan berkelanjutan.

“Ekonomi Pancasila itu menempatkan manusia sebagai subjek utama pembangunan. Bukan sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi memastikan manfaatnya dirasakan secara merata,” ujarnya.

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut, Gus Rivqy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas ekonomi. Menurutnya, tantangan sosial dan ekonomi ke depan hanya bisa dihadapi dengan berpegang pada nilai kebangsaan sebagai pijakan bersama. – RCX

By RIcky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *