Kehilangan Mas Juma’in memang meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar SEKTI. Namun, di balik air mata, kita menemukan cahaya yang terang: seorang pemimpin visioner telah menyiapkan tongkat estafet kepemimpinan dengan penuh kebijaksanaan dan kasih sayang. Tongkat itu kini berada di tangan Mas Muasim, siap membawa SEKTI melangkah lebih tinggi lagi.
Tanda-tanda kebesaran hati Mas Juma’in terlihat jelas sejak awal. Postingan terakhirnya di Facebook menjadi saksi bisu sekaligus deklarasi yang indah. Foto berempat yang menampilkan Mas Juma’in, Mas Muasim, Kepala BPN Jember 2025, dan perwakilan BPN Jatim bukanlah foto biasa. Itu adalah simbol persatuan, legitimasi, dan kepercayaan. Dengan penuh kelembutan, Mas Juma’in memperkenalkan penerusnya di hadapan para pemangku kepentingan. Ia mengajarkan kita bahwa kepemimpinan sejati bukanlah tentang mempertahankan kekuasaan, melainkan tentang menyiapkan generasi berikutnya untuk meraih prestasi yang lebih besar.
Puncak amanah itu datang melalui telepon terakhir yang ia sampaikan kepada saya. Dengan suara tenang penuh keyakinan, ia berkata, “Rick, tunggu kabar dari Muasim.” Kalimat sederhana itu kini bergema sebagai pesan abadi. Bukan sekadar instruksi, melainkan undangan untuk terus melanjutkan perjuangan. Di saat ia tahu waktunya semakin dekat, Mas Juma’in justru memilih untuk memberikan harapan dan arah yang jelas. Itulah teladan kepemimpinan yang sesungguhnya: rela pergi dengan tenang karena ia yakin api yang telah dinyalakannya akan terus menyala.
Siapa pun yang meragukan hal ini, silakan buka akun Facebook saya “Rick Tumanggor”. Puluhan, bahkan ratusan foto kegiatan SEKTI tersimpan di sana. Foto-foto itu merekam perjalanan panjang kerja sama Mas Juma’in dan Mas Muasim — dari lapangan, rapat strategi, hingga momen-momen kebersamaan. Semua itu bukti nyata bahwa estafet ini bukan keputusan mendadak, melainkan hasil pendampingan, ujian, dan kepercayaan yang telah matang selama bertahun-tahun.
Kepemimpinan adalah amanah, bukan mahkota.
Mas Juma’in mengajarkan kita bahwa organisasi hebat dibangun bukan oleh satu orang saja, melainkan oleh semangat kolektif yang terus diwariskan. Hari ini, SEKTI memiliki kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kita adalah organisasi yang tangguh, bersatu, dan berwawasan jauh. Di bawah kepemimpinan Mas Muasim, mari kita bangun mimpi-mimpi baru, hadapi tantangan dengan gagah berani, dan wujudkan visi yang lebih besar.
Kita semua adalah bagian dari kisah ini. Mari kita hormati perjuangan almarhum dengan cara paling indah: bersatu padu, bekerja keras, dan menjaga api semangat SEKTI tetap berkobar. Jangan biarkan duka menghentikan langkah. Sebaliknya, jadikan duka ini sebagai bahan bakar untuk melaju lebih cepat dan lebih kuat.
Mas Juma’in telah pergi secara fisik, tetapi semangat dan visinya hidup abadi di dalam setiap kita. Kini, tongkat estafet itu berada di tangan Mas Muasim — dan kita semua berada di belakangnya, siap mendukung dengan penuh dedikasi.
Mari kita buktikan bahwa SEKTI bukan hanya sekadar organisasi, melainkan keluarga besar yang mampu bangkit, berprestasi, dan menginspirasi banyak orang.
Api itu masih menyala. Mari kita kobarkan bersama!
Rick Tumanggor
Anggota FAA PPMI, alumnus TEMPO Institute
